Tidak mengapa menyembelih aqiqah dan membagikan daging mentah

Segala puji bagi Allah.

Niat di balik ‘aqeeqah adalah untuk mempersembahkannya sebagai kurban dalam rangka mendekatkan diri kepada Allah Ta’ala, dan sebagai rasa syukur atas nikmat seorang anak. Namun dilakukan setelah itu, baik itu matang dan berkumpul bersama untuk memakannya, atau dagingnya dibagikan matang atau mentah, atau sebagian dibagikan matang dan sebagian dibagikan mentah… Tidak ada yang salah dengan salah satu itu. 

Syekh Ibnu Baaz rahimahullah berkata:

Sebaliknya ‘aqeeqah seperti yang ditentukan dalam Sunnah yang diriwayatkan dalam laporan shahih dari Rasulullah (shallallahu ‘alaihi wa sallam) adalah yang disembelih atas nama bayi yang baru lahir pada hari ketujuh. Yaitu dua domba untuk jantan dan satu domba untuk betina. Nabi (berkah dan damai Allah besertanya) menawarkan ‘aqiqah atas nama al-Hasan dan al-Husain (ra dengan mereka). Orang yang menawarkan ‘aqeeqah memiliki pilihan: jika dia mau, dia dapat membagikan daging di antara kerabat, teman dan orang miskin; jika dia mau, dia bisa memasaknya dan mengundang siapa pun yang dia inginkan dari kerabat, tetangga, dan orang miskin untuk datang dan makan, untuk selengkapnya tentang aqiqah di bisakah ibu melakukan aqeeqah untuk anaknya jika ayah telah menceraikannya.

Akhir kutipan dari Majmu’ al-Fataawa, 4/262

Syekh Ibn ‘Utsaimin rahimahullah berkata:

Jika dia mau, dia bisa memanggil kerabat dan teman-temannya untuk makan bersama. Dan tidak ada salahnya memasaknya dan membagikan daging yang sudah dimasak ini, atau membagikannya mentah-mentah. Masalah itu cakupannya luas.

Jika Anda ingin mengadakan aqiqah sebaiknya Anda menghubungi layanan aqiqah jakarta yang berpengalaman dan melayani aqiqah sesuai syariat islam.

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *